Piala FA

Paul Doswell, Penyebab Mengapa Sutton United Masih Bisa Bang

Selasa, 21 Februari 2017 12:56 WIB
Editor: Asina Siagian
© Sutton United vs Arsenal
 Copyright: © Sutton United vs Arsenal

The U's, julukan Sutton, gagal mengikuti jejak Lincoln City yang berhasil menembus babak perempatfinal usai mengalahkan Burnley di laga lainnya. Sutton sendiri harus mengakui kekalahan tim raksasa Liga Primer Inggris, Arsenal, di markas mereka sendiri, Gander Green Lane.

Mungkin banyak orang (kecuali fans The Gunners) lebih berharap agar Arsenal tumbang sehingga Sutton United bisa meneruskan dongengnya di turnamen sepakbola tertua di dunia itu. Apalagi tren buruk anak asuh Arsene Wenger itu di beberapa pertandingan sebelumnya membuat keyakinan penikmat sepakbola semakin bertambah.


Para pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Lucas Perez.

Tapi apa daya, percaya diri dan semangat saja nyatanya tak cukup membuat Sutton bisa terus melenggang. Gol dari Lucas Perez dan Theo Walcott menjadi saksi kekuatan tim London Utara tersebut.

Namun demikian, publik sepakbola Inggris, terutama fans Sutton, masih bisa tetap bangga dengan pencapaian yang diraih tim kesayangannya. Bagi tim sekelas Sutton United, bisa menembus babak 16 besar saja sudah istimewa.

Salah satu tribun di Gander Green Lane.
Salah satu tribun di Gander Green Lane.

Tidak hanya itu saja, Paul Doswell, manajer Sutton United, ternyata menyimpan cerita unik yang jarang terjadi di sepakbola. Manajer gaek itu ternyata tidak mendapat bayaran sepeser pun.

"Kami tidak membayarnya. Ini unik, sebenarnya, tidak hanya kami tidak membayarnya sepeser pun, dia justru mesponsori kami. Jadi, dia membayar kami agar dia bisa menjadi manajer. Begitu besar cintanya untuk klub ini," kata Bruce Elliott, chairman Sutton United.

Doswell sudah 'terikat' di Sutton selama 9 tahun. Itu artinya, selama 9 tahun itu pula ia selalu menyuntikkan dana ke kas klub supaya bisa bertahan.

Itu bisa ia lakukan karena Doswell ternyata adalah pengusaha pengembangan properti sukses di daerah Hampshire. Itu pun sebenarnya untung yang ia dapatkan dalam satu musim jauh dari kata cukup untuk ukuran sepakbola modern Inggris.

Tiap musimnya, Doswell rela menyisihkan 40 ribu pounds (Rp660 juta) untuk menggerakkan roda klub. Meski sejatinya, ada pihak sponsor lain yang ikut menyumbangkan dana ke Sutton.

"Seperti bermain ke rumah nenek saja. Saat pertama kali saya kesini, kondisnya sungguh menyedihkan. Orang-orang di sini menyenangkan, seperti figur nenek, tapi kondisi rumahnya seperti tidak diperhatikan," kata Doswell.


Sutton United menjadikan Gander Green Lane sebagai tempat bertanding dan berlatih.

"Salah satu hal pertama yang kami lakukan adalah, secara perlahan, satu per satu, membangun infrastruktur stadion," tambahnya.

Mengenai lapangan, Doswell mengaku justru itu hal tersulit ketimbang harus mengganti genting, tribun, dan infrastuktur lainnya. Maka pada dua tahun lalu, setelah menabung lama, ia meng-install teknologi terbaru di rumput Gander Green Lane.

"Ya, saya membayar lapangannya. Saya sudah melakukan investasi jangka panjang selama 10 tahun ke depan sejak dua tahun lalu. Pemilik klub berjanji akan mengganti berapapun biaya yang telah saya keluarkan, tapi, ah, saya tidak betul-betul memikirkannya," kata Doswell lagi.

Baca Juga

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
100%